1.Struktur
Dan Fungsi Komputer
Peralatan/Komponen
pada PC meliputi unit input, unit proses, danunit output. Supaya komputer dapat
digunakan untuk mengolah data,maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut
dengan sistem komputer. Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data
untukmenghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen yang
terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan
brainware. Perangkat keras adalah peralatan komputer itu sendiri, perangkat
lunak adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses
tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan
serta mengatur sistem komputer.
Adapun
fungsi dari masing-masing komponen dalam struktur tersebut adalah sebagai
berikut :
a) Input Device (Alat Masukan) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer. Input device adalah alat yang digunakan untuk
menerima input dari luar sistem, dan dapat berupa signal input atau maintenance input. Didalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Dengan demikian, alat input selain digunakan untuk memasukkan data juga untuk memasukkan program. Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu disamping sebagai alat input juga berfungsi sebagai alat output sekaligus. Alat yang demikian disebut sebagai terminal.
a) Input Device (Alat Masukan) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer. Input device adalah alat yang digunakan untuk
menerima input dari luar sistem, dan dapat berupa signal input atau maintenance input. Didalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Dengan demikian, alat input selain digunakan untuk memasukkan data juga untuk memasukkan program. Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu disamping sebagai alat input juga berfungsi sebagai alat output sekaligus. Alat yang demikian disebut sebagai terminal.
b)Output
Device (Alat Keluaran) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk
menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa
hardcopy (ke kertas), softcopy (ke monitor), ataupun berupa suara. Output yang
dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan
(huruf, angka, simbol khusus), image (dalam bentuk grafik atau gambar), suara,
dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form).
c) I/O
Ports Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem.
I/O Port
juga biasa disebut dengan bagian interface (antar muka) karena peralatan input dan output di atas terhubung melalui port ini.
juga biasa disebut dengan bagian interface (antar muka) karena peralatan input dan output di atas terhubung melalui port ini.
d)CPU
(Central Processing Unit) CPU merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua
bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat
pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer.
e)Memori
Semua data dan program yang dimasukkan melalui alat input akan disimpan dahulu
di
memori utama, khususnya RAM, yang dapat diakses secara acak (dapat diisi/ditulis, diambil, atau dihapus isinya) oleh pemrogram. ROM hanya dapat dibaca sehingga pemrogram tidak bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM. ROM sudah diisi oleh pabrik pembuatnya berupa sistem operasi yang terdiri dari program-program pokok yangdiperlukan oleh sistem komputer.
memori utama, khususnya RAM, yang dapat diakses secara acak (dapat diisi/ditulis, diambil, atau dihapus isinya) oleh pemrogram. ROM hanya dapat dibaca sehingga pemrogram tidak bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM. ROM sudah diisi oleh pabrik pembuatnya berupa sistem operasi yang terdiri dari program-program pokok yangdiperlukan oleh sistem komputer.
Selanjutnya
untuk merakit komputer personal anda dapat mengikuti langkah-langkah sebagai
berikut :
1) Ambil motherboard dan letakkan di tempat yang aman.
Persiapkan peralatan dan buku manual dari masingmasing komponen PC. Baut motherboard dengan papancasing, sehingga akan lebih kuat dan aman.
1) Ambil motherboard dan letakkan di tempat yang aman.
Persiapkan peralatan dan buku manual dari masingmasing komponen PC. Baut motherboard dengan papancasing, sehingga akan lebih kuat dan aman.
2)
Pasanglah processor pada tempatnya (soket-nya) perhatikan tanda pada processor
harus ditempatkan sesuai dengan tanda yang ada, dan jangan sampai terbalik.
3)
Pasanglah memori RAM pada tempatnya dengan baik, perhatikan sudut memori yang
biasanya berlekuk harus ditempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila terbalik
memasangnya, maka
memori akan sulit dimasukan.
memori akan sulit dimasukan.
4) Masukan
motherboard ke dalam casing, kaitkanlah pengait plastik yang biasa disediakan
oleh pabrik casing, ke dalam lubang yang terdapat pada motherboard. Pada sudut
yang memungkinkan untuk ditempatkan baut, bautlah motherboard tersebut pada
casing untuk menghindarkan terjadinya pergeseran motherboard pada waktu anda
memindahmindahkan CPU nantinya.
5)
Pasanglah power supply pada casing dan sambungkan kabel khusus catu daya
motherboard yang ada pada prower suply, menyesuaikan jenis konektor yang disediakan
oleh power supply untuk disambungkan ke motherboard.
6)
Pasanglah hard disk, DVD ROM drive pada tempat yang telah tersedia dalam casing
CPU, kencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati.
7)
Sambungkan kabel dari power suply ke slot power yang terdapat di hard disk, dan
DVD ROM drive. Perhatikan sudut konektor.
8)
Sambungkan kabel data pada dudukan hard disk dan DVD ROM drive. Kabel ini
berfungsi untuk dapat menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard.
Sambungkan kabel dari hard disk dan DVD ROM ke slot di motherboard, sesuaikan
jenis konektor SATA atau IDE.
9)
Pasanglah VGA card pada slotnya, bila memiliki card dari jenis AGP, harus
menempatkan card tersebut pada slot AGP di motherboard. Bila anda memiliki card
VGA jenis PCI express, anda harus
pasangkan card tersebut pada slot bus PCI express di motherboard jika VGA berupa VGA onboard, tinggal mengatur dalam BIOS.
pasangkan card tersebut pada slot bus PCI express di motherboard jika VGA berupa VGA onboard, tinggal mengatur dalam BIOS.
10) Pasang
expansion card tambahan pada PCI. Expansion card dapat berupa LAN card, sound
card , TV tunner card, video capture dan lain-lain.
11)
Hubungkan konektor kabel penghubung tombol "Reset" ke pin
"Reset" yang terdapat pada motherboard. Hubungkan pula konektor kabel
penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang
ada pada motherboard. Hubungkan kabel lampu indikator berikut kabel penghubungnya dengan
konektornya ke motherboard.
ada pada motherboard. Hubungkan kabel lampu indikator berikut kabel penghubungnya dengan
konektornya ke motherboard.
12)
Pasanglah kabel data dari monitor ke slot yang terdapatdi card VGA, perhatikan
konektornya memiliki 3 deretan kaki yang tersusun rapi, dengan konektor
berbentuk trapesium. Bila VGA memiliki slot DVI atau HDMI maka gunakan kabel
data DVI atau HDMI, dapat juga menggunakan konverter bila monitor tidak
memiliki slot DVI atau HDMI
13)
Pasangkan konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di motherboard atau
bila keyboard menggunakan konektor USB dapat dihubungkan ke slot usb. Dan
perangkat yang lain.
14) Pasangkan kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat di bagian belakang power suply yang telah terpasang pada casing CPU atau dapat memasang kabel listrik tersebut ke jala-jala listrik rumah anda. Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power suply di bagian belakang casing CPU
2. POST
(Power On Self Test)
Peralatan/Komponen pada PC meliputi unit input, unit proses, dan unit output. POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. POST tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS.
Peralatan/Komponen pada PC meliputi unit input, unit proses, dan unit output. POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. POST tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS.
POST
dilakukan sesaat setelahkomputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini
dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
1) Test
Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply
berputar.
2)otomatis reset terhadap kerja CPUn oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply
jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
3) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
4) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS. Program POST diawali dengan membaca data setup
(seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
5) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
6) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
7) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
2)otomatis reset terhadap kerja CPUn oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply
jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
3) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
4) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS. Program POST diawali dengan membaca data setup
(seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
5) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
6) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
7) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada
salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima
pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode
beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau
tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
Sesuai
dengan urutan prosedur POST yang dilakukan
oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
|
Gejala
|
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
|
|
1 CPU dan Monitor mati,
tidak ada beep |
1. Instalasi fisik ke tegangan listrik AC
110/220V
2. Power supply
|
|
2 CPU hidup, Monitor Mati,
Tidak ada beep |
1. Instalasi kabel data dari VGA card
ke Monitor
2. Monitor
|
|
3 CPU hidup, Monitor Mati,
ada beep |
Disesuaikan dengan beep
|
Adapun
hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan
permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang
digunakan.
|
Gejala
|
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan |
|
1. 1 beep pendek
|
PC dalam keadaan baik
|
|
2. 1 beep panjang
|
Problem di memori
|
|
3. 1 beep panjang 2 beep
pendek |
Kerusakan di modul DRAM parity
|
|
4. 1 beep panjang 3 beep
pendek |
Kerusakan di bagian VGA.
|
|
5. Beep terus menerus
|
Kerusakan di modul memori atau
memori video |
˽Untuk
mendiagnosis permasalahan komputer, dapat dilakukan melalui serangkaian langkah
yang terstruktur. Adapun langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan
komputer tersebut adalah sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi permasalahan Masalah yang ada diidentifikasi dengan beberapa prosedur, diantaranya, melalui POST.
b. Menganalisis permasalahan Pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukkan melalui POST atau pun oleh komponen lain dikomputer e dianalisis letak atau sumber komponen yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan.
c. Mengklasifikasikan permasalahan Melakukan pengelompokkan permasalahan, dapat
dilakukan berdasarkan hardware, software atau permasalahan itu sendiri.
d. Menentukan hipotesa awal penyebab masalah Dengan mengklasifikasikan suatu permasalahan, maka dapat ditentukan hipotesa awal bagian yang bermasalah dan penyebab masalah. Hal ini dipakai sebagai acuan untuk mencari cara yang tepat dalam mengatasi masalah dan mencegah timbulnya kembali masalah yang sama.
e. Mengisolasi permasalahan Masalah yang sudah diklasifikasikan, difokuskan pada ruang lingkup yang lebih kecil. Ini untuk memudahkan menemukan sumber masalah, dan tidak terjadi salah dalam menangani masalah. Misalkan kerusakan terjadi pada CD ROM, tetapi penanganan dilaksakan pada masalah VGA Card.
f. Selanjutnya dapat dilakukan tindakan perbaikan
Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan luar, antara lain printer yang terpasang pada paralel port atau USB port, mouse terpasang pada PS/2 atau usb, monitor yang selalu terpasang pada VGA card, dan CD untuk DVD ROM drive. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Semua peralatan dipasang sesuai port yang dibutuhkan.
2) Booting Komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O dan alamat I/O.
Jika tidak bermasalah maka semua I/O yang tersedia berfungsi dengan baik
3) Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse.
4) Pengecekkan tampilan pada layar monitor, Jika tidak bermasalah maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
5) Pengecekkan port paralel dan USB.
6) Pengecekkan pembacaan disk dan DVD ROM melalui Windows Explorer.
7) Pengecekkan kemungkinankemungkinan kerusakan hardware dan software.
8) Pengecekkan pada PC, apabila driver hardware dihapus dan kemudian diinstal kembali.
9) Mengidentifikasi permasalahan.
10) Menganalisis permasalahan.
11) Mengklasifikasikan permasalahan.
12) Menentukan hipotesa awal penyebab masalah.
13) Mengisolasi permasalahan. Sebelum melakukan percobaan, komputer dipastikan dalam keadaan baik dan peserta diklat membaca buku manual setiap komponen PC, buku utility, setting driver peralatan baru.
3. Perawatan Peralatan
Untuk melakukan perawatan
peralatan, dibutuhkan beberapa alat
bantu atau tools-kit sebagai berikut :
· Obeng
Obeng merupakan alat yang paling penting dalam melakukan perbaikan periferal. Obeng sangat berguna sekali untuk membongkar dan memasang periferal untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Obeng ada bermacam-macam bentuknya. Mulai dari obeng (+) , obeng
(-), serta obeng bintang/kembang. Untuk melakukan perbaikan periferal perlu dipersiapkan obeng dari berbagai ukuran.
· Tang
Untuk melakukan perbaikan periferal, digunakan tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut
banyak digunakan untuk memegang kepala skrup atau jumper yang kecil sedangkan untuk tang kombinasi digunakan untuk memotong kabel dan keperluan lainnya.
· Kuas
Kuas digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi casing, motherboard dan sirip heatsink pada prosessor. Kuas digunakan untuk membersihkan
komponen periferal dari debu
dan kotoran-kotoran yang
menyebabkan kerusakan.Seringkali menjadi penyebab
periferal
· Kain kering atau tisu dan cairan pembersih Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran yang mungkin sangat sulit untuk dibersihkan dengan memakai kuas atau vacum cleaner. Kotoran atau debu yang sangat tebal dapat menghambat kinerja periferal.
Tisu juga dapat digunakan untuk memperlancar aliran tinta pada cartridge printer injek, karena sifatnya yang mudah menyerap cairan. Sedangkan cairan pembersih dapat digunakan untuk membersihkan layar monitor, casing, body monitor, dan body printer. Kain kering atau tisu juga digunakan untuk membersihkan kotoran cair yang mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar atau belum mengering.
· Penyedot debu mini Penyedot debu mini fungsinya hampir sama dengan kuas, yaitu untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada periferal. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam dimaksudkan untuk disesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada periferal. Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan kotoran yang terdapat pada keyboard, fentilasi udara pada monitor, rangkaian di mainboard, sudutsudut casing dan pada fan.
a. Mengidentifikasi permasalahan Masalah yang ada diidentifikasi dengan beberapa prosedur, diantaranya, melalui POST.
b. Menganalisis permasalahan Pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukkan melalui POST atau pun oleh komponen lain dikomputer e dianalisis letak atau sumber komponen yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan.
c. Mengklasifikasikan permasalahan Melakukan pengelompokkan permasalahan, dapat
dilakukan berdasarkan hardware, software atau permasalahan itu sendiri.
d. Menentukan hipotesa awal penyebab masalah Dengan mengklasifikasikan suatu permasalahan, maka dapat ditentukan hipotesa awal bagian yang bermasalah dan penyebab masalah. Hal ini dipakai sebagai acuan untuk mencari cara yang tepat dalam mengatasi masalah dan mencegah timbulnya kembali masalah yang sama.
e. Mengisolasi permasalahan Masalah yang sudah diklasifikasikan, difokuskan pada ruang lingkup yang lebih kecil. Ini untuk memudahkan menemukan sumber masalah, dan tidak terjadi salah dalam menangani masalah. Misalkan kerusakan terjadi pada CD ROM, tetapi penanganan dilaksakan pada masalah VGA Card.
f. Selanjutnya dapat dilakukan tindakan perbaikan
Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan luar, antara lain printer yang terpasang pada paralel port atau USB port, mouse terpasang pada PS/2 atau usb, monitor yang selalu terpasang pada VGA card, dan CD untuk DVD ROM drive. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Semua peralatan dipasang sesuai port yang dibutuhkan.
2) Booting Komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O dan alamat I/O.
Jika tidak bermasalah maka semua I/O yang tersedia berfungsi dengan baik
3) Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse.
4) Pengecekkan tampilan pada layar monitor, Jika tidak bermasalah maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
5) Pengecekkan port paralel dan USB.
6) Pengecekkan pembacaan disk dan DVD ROM melalui Windows Explorer.
7) Pengecekkan kemungkinankemungkinan kerusakan hardware dan software.
8) Pengecekkan pada PC, apabila driver hardware dihapus dan kemudian diinstal kembali.
9) Mengidentifikasi permasalahan.
10) Menganalisis permasalahan.
11) Mengklasifikasikan permasalahan.
12) Menentukan hipotesa awal penyebab masalah.
13) Mengisolasi permasalahan. Sebelum melakukan percobaan, komputer dipastikan dalam keadaan baik dan peserta diklat membaca buku manual setiap komponen PC, buku utility, setting driver peralatan baru.
3. Perawatan Peralatan
Untuk melakukan perawatan
peralatan, dibutuhkan beberapa alat
bantu atau tools-kit sebagai berikut :
· Obeng
Obeng merupakan alat yang paling penting dalam melakukan perbaikan periferal. Obeng sangat berguna sekali untuk membongkar dan memasang periferal untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Obeng ada bermacam-macam bentuknya. Mulai dari obeng (+) , obeng
(-), serta obeng bintang/kembang. Untuk melakukan perbaikan periferal perlu dipersiapkan obeng dari berbagai ukuran.
· Tang
Untuk melakukan perbaikan periferal, digunakan tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut
banyak digunakan untuk memegang kepala skrup atau jumper yang kecil sedangkan untuk tang kombinasi digunakan untuk memotong kabel dan keperluan lainnya.
· Kuas
Kuas digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi casing, motherboard dan sirip heatsink pada prosessor. Kuas digunakan untuk membersihkan
komponen periferal dari debu
dan kotoran-kotoran yang
menyebabkan kerusakan.Seringkali menjadi penyebab
periferal
· Kain kering atau tisu dan cairan pembersih Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran yang mungkin sangat sulit untuk dibersihkan dengan memakai kuas atau vacum cleaner. Kotoran atau debu yang sangat tebal dapat menghambat kinerja periferal.
Tisu juga dapat digunakan untuk memperlancar aliran tinta pada cartridge printer injek, karena sifatnya yang mudah menyerap cairan. Sedangkan cairan pembersih dapat digunakan untuk membersihkan layar monitor, casing, body monitor, dan body printer. Kain kering atau tisu juga digunakan untuk membersihkan kotoran cair yang mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar atau belum mengering.
· Penyedot debu mini Penyedot debu mini fungsinya hampir sama dengan kuas, yaitu untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada periferal. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam dimaksudkan untuk disesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada periferal. Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan kotoran yang terdapat pada keyboard, fentilasi udara pada monitor, rangkaian di mainboard, sudutsudut casing dan pada fan.
Perawatan Casing
a. Casing
Permasalahan
yang sering terjadi dalam case komputer adalah debu yang terbawa oleh fan
casing komputer itu sendiri atau sarang serangga. Sehingga perlu dilakukan
pembersihan secara rutin. Alat yang digunakan untuk membersihkan case komputer
cukup dengan kuas atau dengan penyedot debu mini.
b. DVD-ROM
dan DVD-RW
DVD-Rom atau DVD-RW merupakan alat yang umum digunakan saat ini untuk
membaca dan menulis data ke DVD. DVD-Rom dan DVD-RW. Masalah yang sering mengganggu pada
DVD-Rom dan DVD-RW terletak pada optik atau lensanya.Langkah yang digunakan untuk membersihkan optic atau lensa dari debu atau kotoran lain adalah dengan menggunakan C D cleaner. Prinsip kerja dari CD cleaner yaitu dengan menggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan cairan pembersih dengan memanfaatkan putaran, cd cleaner menggunakan sikat kecil atau sirip yang dipasang pada disk.
DVD-Rom atau DVD-RW merupakan alat yang umum digunakan saat ini untuk
membaca dan menulis data ke DVD. DVD-Rom dan DVD-RW. Masalah yang sering mengganggu pada
DVD-Rom dan DVD-RW terletak pada optik atau lensanya.Langkah yang digunakan untuk membersihkan optic atau lensa dari debu atau kotoran lain adalah dengan menggunakan C D cleaner. Prinsip kerja dari CD cleaner yaitu dengan menggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan cairan pembersih dengan memanfaatkan putaran, cd cleaner menggunakan sikat kecil atau sirip yang dipasang pada disk.
Langkah
pembersihannya
adalah sebagai berikut:
· Operasikan sistem komputer
· Masukkan CD cleaner,
· CD cleaner akan berputar dan sikat atau sirip yang melekat pada disk atau piringan akan menyikat
optic atau lensa pada DVD-Rom atau DVD-RW
adalah sebagai berikut:
· Operasikan sistem komputer
· Masukkan CD cleaner,
· CD cleaner akan berputar dan sikat atau sirip yang melekat pada disk atau piringan akan menyikat
optic atau lensa pada DVD-Rom atau DVD-RW
c. Hard
Disk
Untuk
perawatan hard disk dari sisi hardware, sebaiknya ditambahkan sebuah fan untuk
mengurangi panas pada hard disk. Fan ini sangat direkomendasikan untuk hard
disk dengan kecepatan 7200 rpm ke atas. Untuk perawatan dari sisi software,
cukup dengan tool- tool yang telah tersedia ketika menginstall sistem operasi.
Tool tersebut meliputi scandisk, dan disk defragmenter.
d. VGA
Masalah
yang sering timbull dalam VGA card adalah panas yang berlebihan, sehingga untuk
mengurangi panas yang berlebihan perlu diperhatikan heatsink dan fan nya.
e. Memori
Gangguan
pada RAM terletak pada konektor atau kaki-kakinya, dimana jika RAM sering
dilepas
dan tersentuh oleh tangan dapat menyebabkan korosi bahkan RAM dapat rusak akibat listrik statis.cara perawatan menggunakan cairan pembersih atau cukup dengan karet penghapus dengan cara menggosokan pada kaki RAM.
dan tersentuh oleh tangan dapat menyebabkan korosi bahkan RAM dapat rusak akibat listrik statis.cara perawatan menggunakan cairan pembersih atau cukup dengan karet penghapus dengan cara menggosokan pada kaki RAM.
f. Power
Suply
Perawatan
yang perlu dilakukan untuk merawat power supply adalah dengan memperhatikan
kelancaran fan pada power supply.
g. CPU
(Central Processing Unit)
Perawatan
perlu dipilih fan prosessor dengan putaran yang tinggi (minimal 5400 rpm) dan
juga perlu dipilih heatsink dengan bahan penghantar panas yang baik, seperti tembaga dan aluminium
juga perlu dipilih heatsink dengan bahan penghantar panas yang baik, seperti tembaga dan aluminium
h. Motherboard
Perawatan
yang dilakukan pada motherboard adalah dengan menjaga suhu dari motherboard,
yaitu dengan memperlancar sirkulasi udara pada system.
i.
Expansion Card
Untuk
perawatan expansion card, perlu diperhatikan kakikakinya dari pengaruh korosi
akibat sentuhan tangan atau penyebab yang lain.Perawatannya cukup dengancairan
pembersih korosi atau dengan menggosok dengan karet penghapus.
Perbaikan perawatan peripheral
4. Perbaikan
Peripheral
Periferal komputer merupakann peralatan pendukung
dari sebuah PC. Terkadang periferal tersebut tidak bekerja sebagaimana
fungsinya atau rusak. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan pada periferal
tersebut. Sebelum melakukan perbaikan, perlu disusun langkah- langkah persiapan
perbaikan sebagai berikut :
·
Mempersiapkan alat-alat bantu yang
digunakan untuk perbaikan
·
Mendiagnosa kerusakan-kerusakan
·
Menemukan bagaimana cara melakukan perbaikan periferal tersebut
·
Melakukan perbaikan peripheral
5. Perbaikan
Konektifitas
Perbaikan konektifitas merupakan tindakan
untuk memperbaiki atau
menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan
adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti. Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk
jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk
mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang
dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ
45.
6. Perawatan
Jaringan
Setelah jaringan komputer selesai dibangun dan mulai beroperasi, tahap
selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan dan kontrol terhadap kinerja jaringan
tersebut karena tanpa adanya pemeliharaan dan kontrol yang teratur maka tidak
ada jaminan bahwa jaringan akan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Tanpa
adanya pemeliharaan yang teratur maka kerusakan atau gangguan yang ada dan
mungkin terjadi tidak akan dapat diantisipasi sejak dini sehingga penanganan
gangguan yang semestinya ringan namun karena tidak dilakukan maka kemudian menjadi
kerusakan yang mungkin sangat merugikan.
Dokumentasi jaringan yang baik akan sangat membantu dalam melakukan
pemeliharaan jaringan, terlebih lagi dalam melakukan perbaikan pada saat
terjadi kerusakan pada jaringan tersebut. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam membuat dokumentasi jaringan, yaitu:
a.
Dokumentasi fisik jaringan
b.
Dokumentasi jaringan logika
c.
Dokumentasi perangkat lunak jaringan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar